Oleh: timhumas | 08/24/2011

Bugar dan Sehat di saat Mudik

Mudik ke kampung halaman sudah menjadi suatu kegiatan serta tradisi rutin khususnya menjelang hari raya Idul Fitri. Persiapan dan rencana yang matang sejak jauh hari tentu sangat diperlukan, demi lancarnya perjalanan mudik Anda.

Bagi Anda yang membawa kendaraan dan menempuh perjalanan cukup jauh, penting untuk terlebih dahulu memeriksakan kondisi kendaraan baik itu mobil atau pun motor. Selain kendaraan, berbagai kesiapan lainnya seperti fisik dan stamina juga harus menjadi perhatian utama dan tidak boleh dianggap sepele, demi kelancaran perjalanan Anda sampai ke tempat tujuan.

Berikut ini adalah beberapa tips mudik sehat dari praktisi dan konsultan kebugaran, dr. Phaidon L. Toruan. Kiat-kiat ini mungkin bisa menjadi masukan berguna bagi Anda khususnya yang menggunakan kendaraan pribadi dengan jarak tempuh yang jauh.

  1. Timing : Pengguna kendaraan pribadi dengan jarak tempuh jauh, ada baiknya untuk berhenti sejenak setiap beberapa jam. Untuk pemudik yang membawa sepeda motor biasakan berhenti setiap 3 jam, sedangkan untuk mobil setiap 4 jam. “Berhenti dalam arti, ambil waktu sekitar setengah jam untuk beristirahat. Karena getaran mobil membuat orang mudah ngantuk,” kata Phaidon.
  2. Masker : Khusus untuk pengendara sepeda motor, harus memiliki proteksi diri supaya tidak terpapar asap knalpot. Kebanyakan, pengguna kendaraan bermotor selama ini kurang memperhatikan hal-hal kecil seperti penggunaan tutup hidung atau masker saat berkendara. Padahal, asap knalpot banyak mengandung radikal bebas. Bila perlu, proteksi diri dengan mengonsumsi antioksidan sebelum dan selama perjalanan agar badan tetap sehat. “Pencegahannya yang paling mudah dan murah sih dengan minum teh hijau, atau kopi tapi tidak pakai gula. Karena gula itu sendiri akan membuat orang ngantuk, dan gula membuat cepat lemas. Kalau mau manis boleh tetapi pakai gula aren,” ujarnya.
  3. Cek kesehatan : Berkonsultasi atau cek kesehatan sebelum pergi mudik ada baiknya dilakukan, khususnya bagi mereka yang berisiko. Misalnya, orang dengan riwayat sakit jantung atau diabetes. Sedangkan bagi mereka yang membawa anak, disarankan untuk terlebih dahulu memeriksakan kondisi anak ke dokter anak.
  4. Bawa bekal makanan: Pemudik yang membawa serta anak-anak harus memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi terutama saat mampir di tempat makan di pinggir-pinggir jalan. Kebanyakan masalah pada anak terkait kebersihan makanan adalah munculnya diare. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mempersiapkan makanan sendiri dari rumah jika memang memungkinkan.
  5. Makanan tanpa gula dan gorengan : Asupan makanan yang tepat sangat penting diperhatikan bagi mereka yang akan mudik terutama untuk si pengendara. Makanan atau minuman yang banyak mengandung gula sebaiknya dihindarkan oleh pengemudi karena bisa menimbulkan efek kantuk dan hilang konsentrasi, tak terkecuali gula buatan (sintesis). Untuk beberapa orang, gula sintesis bahkan bisa membuat sakit kepala yang pada akhirnya dapat menganggu Anda saat berkendara. Selain gula, konsumsi gorengan juga bisa menyebabkan kantuk. Menurut Phaidon, gorengan mampu mengurangi ikatan oksigen dalam darah sampai 20 persen. Sehingga bagi pengendara, tidak dianjurkan untuk mengonsumsi gorengan.
  6. Obat-obatan pribadi : Obat-obatan pribadi harus disesuaikan dengan kebutuhan. Khususnya orang dengan alergi, sebaiknya minta obat alergi kepada dokter Anda yang tidak menimbulkan efek ngantuk.
  7. Penuhi kebutuhan cairan : Penting artinya untuk selalu mencukupi kebutuhan cairan tubuh selama perjalanan mudik untuk mencegah dehidrasi. Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan dengan memilih minuman beroksigen atau pun cukup dengan air putih saja.
  8. Perengangan : Lakukanlah sedikit perengangan jika posisi badan terasa kaku paling tidak 10 menit. Dengan peregangan, sirkulasi darah akan lebih lancar, sehingga darah akan terpompa dan oksigen bisa sampai ke otak.
  9. Tidur : Jika mata mulai berkedip-kedip jangan sekali-kali memaksakan untuk terus berkendara, khususnya bagi pengemudi. Hati-hati dengan konsep kejar tayang, karena kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi jalan dan situasi jalan di depan. Orang yang sudah mengantuk, biasanya tingkat kewaspadaannya akan berkurang. Lebih baik menepi, dan tidur sejenak sampai benar-benar rasa kantuk Anda hilang.

sumber : kompasdotcom


Responses

  1. terima kasih infonya

    • sama-sama mbak… semoga selamat ditujuan..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: